Pulang Dengan Terhormat

By lapantuju

Target Arema untuk jadi juara liga musim ini pupus sudah. Walaupun berhasil menundukkan PSMS Medan dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan besar 8 besar Liga Indonesia yang digelar di stadion Gelora Deltapada pertandingan terakhir, Arema harus rela tersingkir karena PSMS Medan mempunyai surplus gol yang lebih baik dibanding Arema.

Arema dan “Wong Malang” membuktikan janjinya untuk menjunjung tinggi sportifitas serta menerima apapun hasilnya. Walaupun Arema tidak lolos ke semi final, tapi para punggawa Arema pulang dengan terhormat, dengan kepala tegak. Begitu juga dengan “Wong Malang” yang sepanjang pertandingan berbaur dengan kelompok suporter lain seperti Deltras Mania, memberikan apresiasi positif serta tidak henti-hentinya memberikan support kepada Arema.

Mengamati hasil ini, semua pecinta bola di Indonesia pasti memahami apa yang terjadi dengan Arema. Terlepas dari permainan yang diperagakan di dalam lapangan, semua masih teringat kontroversi “Brawijaya”. Dimana pada pertandingan pertama babak 8 besar melawan Persiwa 3 gol Arema dianulir oleh wasit Jajat Sudrajat dan berakhir dengan kerusuhan.

Adakah konspirasi dibelakangnya? Sebagian beranggapan demikian. Yang jelas bagaimanapun juga hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi mental bertanding di lapangan. Terjadilah semacam chaos dalam mental pemain, walau mungkin dianggap terlalu berkebihan yang jelas trauma offside terlihat jelas pada penyerang Arema, diperparah dengan dihukumnya kapten Arema Alexander Pulalo yang dilarang merumput selama 2 kali pertandingan serta hukuman 3 tahun tidak boleh menonton untuk Aremania memperburuk situasi. Puncaknya ketika manajemen mengancam mundur dari liga.

Jika ini adalah sebuah konspirasi, selamat, berarti rancangan tersebut telah sukses. Tapi bagaimanapun juga bola tetaplah bola. Tiada bersudut dan segala kemungkinan bisa saja terjadi. Jangan selalu meng-kambing hitamkan keadaan, beranggapan negatif serta meyakini suatu hal yang belum jelas. Sikap positif serta jiwa besar haruslah dikedepankan. Demi perbaikan sepak bola Indonesia yang semakin hari semakin tidak karuan, penuh drama dan dagelan.Bukan berarti berdiam diri dan menerima situasi. Kejelasan dan perjuangan hak serta harga diri adalah keharusan. Tapi hanya dengan sikap positif dan jiwa besarlah semangat perubahan akan terjadi, sehingga akan menggulirkan perbaikan dan sportifitas yang nyata, bukan hanya impian yang tidak pernah terwujud.

Liga super sudah menunggu, Bravo Arema, majulah sepak bola Indonesia & salam satu jiwa!

Leave a Reply