
Kita semua tentu mengenal atau mendengar istilah Segitiga Bermuda, yaitu suatu daerah territory Britania raya, antara Bermuda, Miami dan Florida yang banyak mengandung misteri yang hingga kini masih banyak menimbulkan perdebatan dan diskusi mengenai fenomena yang terjadi di wilayah tersebut, mulai cerita Columbus yang melihat cahaya kemilau di daerah tersebut hingga yang paling fenomenal, Penerbangan 19, 5 Desember 1945, hilangnya pesawat pembom Amerika. Hingga kini Segitiga Bermuda ini, sering di sebut juga dengan Segitiga Setan, masih menjadi polemik dan perdebatan dengan banyak kejadian misteri di daerah tersebut.
Mengenai Segitiga Setan ini sepertinya secara harfiah geografisnya mulai berpindah, tidak lagi berada di wilayah Bermuda, semenjak 2003 pergeseran julukan Segitiga Bermuda atau Segitiga Setan ini perlahan mulai bergeser ke wilayah Indonesia, setelah 13 September 2007, keberadaan Segitiga Setan ini semakin jelas keberadaannya, sekarang tidak lagi berada di Bermuda, Miami dan Florida, namun bergeser di Senayan, Kuningan dan Salemba semua berada di Wilayah DKI Jakarta.
Kenapa bisa berpindah? Apa yang menjadi parameter bahwa Senayan, Kuningan dan Salemba bisa di sebut dengan Segitiga Setan, bahwa kontroversi dan misteri kedua daerah segitiga itu sama, bahkan Segitiga Setan ala Indonesia ini lebih penuh misteri dan kontroversi. Tentu banyak yang bertanya-tanya mengenai ke tiga daerah itu kenapa bisa di sebut dengan Segitiga Setan.
Yap..misteri sepak bola Indonesia semuanya berawal dari Segitiga ini, dimulai dengan aturan yang tidak jelas dan inkonsisten, hingga misteri ngotot dipertahankannya seorang narapidana menjadi figur seorang pemimpin, yang secara akal dan nurani sehat, tentu menimbulkan banyak pertanyaan, “kalau pemimpinnya seorang napi, terus anak buahnya apa???”, menarik melihat diskusi yang ditampilkan oleh salah sebuah stasiun televisi mengenai sepak bola Indonesia. Sepak Bola Indonesia, Prestasi No, Rusuh Yes, itu tema yang diangkat, lebih menarik kalau kita cermati diskusi yang berjalan, dari semua perkataan nara sumber atau audiens bisa dibilang mengerucut ke dalam satu kata yang menjadi pokok permasalahan sepak bola Indonesia itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, atau umumnya disebut PSSI, yah semua menilai akar permasalahannya adalah di situ, sempat terbetik kata dari pembawa acara, poros dari sepak bola adalah Senayan dan Rutan Salemba. Di dalam diskusi ada pertanyaan dari salah seorang audiens mengenai wacana penggantian sang pemimpin & pemotongan satu generasi, dengan enteng sang sekretaris jenderal menjawab “apa untungnya..??” suatu jawaban yang mencerminkan bahwa organisasi ini di isi oleh orang-orang yang sangat tidak gentle, pasrah dan tidak bertanggung jawab, wajar jika di Wikipedia di tertulis “Dia juga dikenal sebagai bajingannya PSSI karena suka mencuri uang negara yang sangat banyak. Dampak dari perbuatannya adalah PSSI dilarang mengirimkan wakilnya di Piala Champions Asia musim 2008/2009.” Apakah dengan kondisi seperti itu sang pemimpin harus tetap di pertahankan?, pertanyaannya dengan mempertahankan seorang pesakitan penjara, apakah orang-orang yang mempertahankan itu orang yang wajar. SUNGGUH SUATU MISTERI YANG SUSAH DI KUAK!, sama dengan misteri hilangnya Penerbangan 19 di Segitiga Bermuda yang hingga detik ini belum bisa dibuktikan.
Belum lagi misteri kenapa klub-klub peserta Liga Indonesia mati-matian ngotot menggunakan dana APBD yang seharusnya secara proporsional jatah untuk pendidikan & kesehatan lebih tinggi tapi tersedot oleh untuk menggaji para pemain klub daerah itu, dengan alasan sepak bola adalah hiburan rakyat dan ajang pembinaan pemain-pemain berbakat, kalau dilihat jumlah klub yang mengikuti kompetisi di Indonesia ini, 446 klub seharusnya prestasi sepak bola Indonesia merajai kawasan Asia, namun ibarat mencari jarum di tumpukan jerami, susahnya mencari pemain yang hebat di tanah ini, terus mana hasil pembinaan yang di koar-koarkan oleh para kepala daerah yang mempunyai klub tersebut. Sebenarnya hal ini sudah menjadi suatu misteri semenjak tahun 1994, sewaktu penggabungan amatir & professional menjadi Liga Indonesia, padahal para pengurus PSSI berkoar itu merupakan liga professional, yah dimana-mana itu kalau professional tidak nyusu dana dari induknya.
Sepertinya terlalu banyak misteri yang terjadi di daerah segitiga ini, Senayan, Kuningan dan Salemba, lama kelamaan kontroversi Segitiga Bermuda akan kalah dengan Segitiga Senayan, Kuningan, Salemba. (Agung)
Sumber: satujiwa.net
February 23, 2008 at 3:13 pm
la iya sam la pemimpin pssi’ne lg dipenjara kok nga ngelem lengser…edan opo yo..kl singo edan kan wes wajar tp kl manusia ya pantes’nya msk RSJ aja.
February 25, 2008 at 9:08 am
@aremania_dewata
ya sam.. budaya edan di indonesia terus2an dipelihara… kapan warasnya?
pusing (sambil nutup artikel ini).
March 25, 2008 at 4:40 am
memang aneh Indonesia ini..!sudah jelas-jelas kalau orang yang nggak dipenjara aja tidak bisa memimpin sebuah organisasi, ini orang yang ada di penjara masih ngotot untuk bertahan!
memang Indonesia…Indonesia!
nasibmu kapan berakhir kalau penduduknya aja tidak bisa berpikir ke depan. Yo wis lah mudah-mudahan ada solusi yang bisa merubah negara yang sudah kritis moral ini! Amiin.
@ Trimakasih kunjungannya mas.. amiin..